Barcelona juarai Copa del rey usai manfaatkan sisi kanan Sevilla

barca messi
Susah senang Barca ditanggung bersama, kata Messi
May 23, 2016

Barcelona juarai Copa del rey usai manfaatkan sisi kanan Sevilla

barcelona copa del rey champion 2016

Sevilla harus mengubur impiannya untuk mendapatkan trofi di kompetisi domestik setelah terakhir mendapatkannya di 2009/10. Kepastian ini didapat usai Sevilla kalah dari Barcelona pada final Copa del Rey 2-0 yang digelar di Stadion Vicente Calderon, Madrid, Senin (23/5) dini hari.

Ucapan kapten Barcelona, Andres Iniesta, bahwa pertandingan ini akan berjalan begitu sengit menjadi nyata. Wasit bahkan harus mengeluarkan total 10 kartu kuning serta 3 kartu merah bagi kedua kesebelasan karena keduanya sama-sama bermain ngotot.

Sengitnya pertandingan ini bahkan membuat Barcelona baru bisa mencetak gol di babak perpanjangan waktu. Gol pembuka Barcelona di laga ini dicetak oleh Jordi Alba pada menit ke-97. Sementara gol kedua anak asuh Luis Enrique dibuat oleh Neymar jelang babak kedua perpanjangan waktu usai.

Keberhasilan tersebut, membuat Barcelona kini memiliki 28 trofi di Copa del Rey. Hal itu juga membuat judi bola mereka semakin mengukuhkan diri sebagai kesebelasan yang paling banyak mengoleksi trofi tersebut, dengan keunggulan lima gelar dari Athletic Bilbao yang berada di posisi kedua.
Baik Enrique selaku pelatih Barcelona dan Unai Emery di kursi pembesut Sevilla sama-sama tidak mengubah susunan pemain reguler mereka untuk laga ini.

Barcelona tidak melakukan perubahan daftar pemain maupun formasi utama di laga ini. Lini tengah tetap diisi oleh Iniesta, Sergio Busquets, dan Ivan Rakitic. Sementara di lini depan, trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar masih menjadi andalan.

Di sisi lain, Sevilla harus mengubah formasi yang mereka gunakan saat memenangkan laga melawan Liverpool di final kali ini karena absennya gelandang jangkar mereka, Steven N’Zonzi, akibat akumulasi kartu. Vicente Iborra pun dipasang untuk menggantikan N’Zonzi.

Menekan Sejak Menit Awal

Memainkan susunan pemain andalannya membuat Barcelona dengan mudah memainkan penguasaan bola. Di babak pertama bahkan Barcelona menguasai permainan dengan penguasaan bola 56,6% berbanding 43,4%. Keberhasilan menguasai penguasaan bola membuat Barcelona secara tidak langsung mendikte permainan Sevilla.

Di sisi lain, Sevilla memang begitu kesulitan lepas dari pressing yang diterapkan oleh lawan, utamanya ketika berada di tengah lapangan. Sulitnya menembus tengah lapangan pun membuat Emery membuat anak asuhnya menggunakan umpan panjang dari daerah permainannya untuk masuk ke kotak penalti Barcelona.

Pilihan Emery untuk untuk mengirim umpan panjang pada akhirnya berbuah keuntungan bagi Sevilla pada menit 35. Berawal dari umpan lambung dari lini belakang, bola kemudian disundul oleh Iborra ke lini pertahanan Barcelona.

Kartu merah yang diterima oleh Mascherano membuat Enrique harus memutar otak untuk mengantisipasi serangan Sevilla. Pada akhirnya ia terpaksa memundurkan Busquets untuk berduet dengan Pique agar lini belakang Barcelona tetap solid, meski pilihan ini juga membuat lini tengah mereka menjadi pincang.

Sevilla Tak Maksimalkan Keunggulan Pemain

Keunggulan pemain langsung membuat Sevilla mendominasi permainan. Bahkan menurut Whoscored, Sevilla menguasai penguasaan bola hingga 60% hingga berakhirnya waktu normal.
Tapi, keunggulan Sevilla dalam penguasaan bola tidak berbanding lurus dengan kualitas serangan mereka. Beberapa kali serangan yang mereka buat kerap mentok di lini pertahanan Barcelona, baik karena finishing mereka yang buruk hingga aksi-aksi penyelamatan dari lini belakang dan kiper Barcelona.

Imbas dari kebuntuan tersebut, Sevilla hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari sembilan percobaan yang mereka. Catatan mereka bahkan kalah dari Barcelona, yang meski bermain dengan 10 pemain, mampu membuat tiga tembakan on target.

Barcelona Memanfaatkan Pergantian Pemain

Pilihan Enrique di laga ini untuk mengganti Rakitic, mantan pemain Sevilla, serta Suarez dengan Jeremy Mathieu dan Rafinha Alcantara terbilang jitu. Pasalnya, keberadaan dua pemain ini mampu menutup lubang di gaya bertahan Barcelona.

Mathieu yang masuk di awal babak kedua mampu menutup Mascherano di posisi bek tengah sebelah kiri dengan baik. Ia bahkan menjadi pemain Barcelona yang kedua terbanyak melakukan sapuan dengan lima kali, yang tiga di antaranya dibuat oleh kepalanya.

Selain menutup aliran crossing bagi Kevin Gameiro, masuknya Mathieu pun membuat Jordi Alba dapat pergi meninggalkan posnya di posisi bek kiri dengan tenang.

Sementara meski masuknya Rafinha tidak terlalu terlihat, tapi perannya di laga ini begitu besar. Ketika bertahan, Rafinha berperan sebagai pemain pertama yang merebut bola. Sementara ketika Barcelona beralih ke menyerang, Rafinha bertugas sebagai penghubung antara gelandang dengan lini depan.

Di sisi lain, pergantian pemain Sevilla yang dilakukan oleh Emery justru menjadi blunder. Hal ini disebabkan karena sisi kanan Sevilla selalu menjadi sasaran Barcelona untuk memulai penyerangan.

Sisi kanan Sevilla awalnya ditempati oleh Mariano, tapi karena melihat ia tidak begitu ngotot, Emery menariknya dan memasukkan Yevhen Konoplyanka. Pemain asal Ukraina ini langsung dipasang di pos winger dan mengubah posisi Coke, yang awalnya di pos winger kanan, menjadi bek sayap kanan.

Barcelona Menyerang Lewat Kiri (Sisi Kanan Sevilla)

Masuknya Konoplyanka di menit 80 membuat Coke, pahlawan Sevilla di final Liga Europa pekan lalu, judi bola berubah posisi menjadi bek kanan yang merupakan posisi alaminya di awal kariernya. Masuknya Konoplyanka diharapkan mampu membuat aliran crossing yang sedari babak pertama kerap tidak memenuhi sasaran.
Pergantian Mariano pun disikapi berbeda oleh Barcelona. Daniel Alves yang di awal babak pertama sering berada di daerah permainan lawan mulai dituntut untuk lebih banyak bertahan, sementara di sisi lain, bek kiri Barcelona, Jordi Alba, difungsikan untuk lebih sering membantu serangan dari lini kedua. Neymar juga semakin mudah menerobos mana kala Coke bermain di posisi ini.

Tidak hanya megubah pergerakan pemain, aliran bola Barcelona juga selalu diupayakan untuk berada di sisi kiri. Andres Iniesta selaku jenderal di lini tengah Barcelona beberapa kali kerap mengatur agar serangan Barcelona tetap berada di sisi yang ditempati Coke.

Coke sendiri salah satu orang yang menjadi penyebab terjadinya gol pertama Barcelona. Saat itu, ia lebih fokus melihat pergerakan Neymar tanpa mempertimbangkan pergerakan dari Jordi Alba yang masuk dari lini kedua.

Tapi, gol ini juga merupakan kesalahan Konoplyanka yang harusnya bertugas mengantisipasi pergerakan dari pemain Barcelona, terutama di sisi kanan daerah permainan Sevilla.
Sedangkan gol kedua Barcelona, berawal dari keterlambatan pemain Sevilla ketika diserang balik. Dalam gol kedua, tidak ada pemain Sevilla yang mengganggu pergerakan Messi. Akibat minimnya gangguan tersebut, Messi pun pada akhirnya mampu memberikan umpan kepada Neymar yang mampu lepas dari Grzegorz Krychowiak.

Kesimpulan

Sebetulnya Sevilla bermain tidak terlalu buruk. Sevilla bahkan berani menampilkan permainan terbuka saat melawan Barcelona.

Meski demikian, Sevilla juga tidak bermain baik. Unggul jumlah pemain malah tidak mampu mereka manfaatkan untuk mencetak gol ke gawang Marc-Andre ter Stegen. Pergantian Mariano dengan Konolplyanka adalah awal bencana untuk Sevilla, di mana sisi kanan pertahanan mereka menjadi rentan untuk diserang.

Sementara itu, Barcelona yang diserang secara bertubi-tubi justru malah mampu bertahan dengan begitu solid. Belum lagi, upaya Enrique dengan tidak memasukkan pemain baru di babak perpanjangan waktu membuat mereka tidak kehilangan ritme permainan.

Baiknya permainan Barcelona semakin terlihat di babak perpanjangan waktu. Di dua babak perpanjangan waktu, Barcelona mampu menunjukkan bahwa serangan mereka lebih berbahaya meski dalam kondisi tertekan, terutama saat mereka menyadari jika sisi kanan pertahanan Sevilla sedang tidak dalam penampilan terbaik mereka.

Comments are closed.